Bengkulu Dapat Bantuan Benih Kopi untuk 1.350 Hektare Lahan

Create: Sun, 13/09/2026 - 09:52
Author: Admin 3

 

BENGKULU, eWarta.co — Kementerian Pertanian menyiapkan bantuan benih kopi untuk pengembangan perkebunan kopi di Provinsi Bengkulu. Melalui Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Bengkulu, program tersebut menyasar lahan seluas 1.350 hektare di lima kabupaten.

Kepala BBPMP Bengkulu Shannora Yuliasari mengatakan, lima daerah yang menjadi sasaran pengembangan meliputi Kabupaten Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Selatan, dan Kaur. Bantuan benih tersebut diharapkan mendukung peningkatan produksi sekaligus kualitas kopi Bengkulu.

“Pada saat ini program Kementerian Pertanian yang terkait kopi adalah penyiapan benih kopi untuk pengembangan kopi di Provinsi Bengkulu dengan total luas 1.350 hektare yang tersebar di lima kabupaten,” kata Shannora usai penyerahan simbolis bibit kopi kepada petani dalam Festival Kopi Kepahiang, Senin, 7 September 2026.

Khusus di Kabupaten Kepahiang, bantuan disiapkan untuk pengembangan kopi di lahan seluas 350 hektare. Jumlah benih yang dialokasikan mencapai sekitar 350 ribu batang, namun penyalurannya masih menunggu proses penyiapan dan sertifikasi benih selesai.

Shannora memperkirakan distribusi benih kepada petani di Kepahiang dapat dilakukan pada November 2026. Penyerahan yang sebelumnya dilakukan dalam kegiatan seremonial baru sebatas simbolis dan belum menjadi distribusi penuh kepada penerima.

Menurut Shannora, benih baru dapat disalurkan setelah memenuhi tahapan sertifikasi. Bantuan selanjutnya diberikan kepada kelompok tani yang telah ditetapkan sebagai calon penerima dan calon lokasi (CPCL).

BBPMP Bengkulu memastikan data kelompok tani yang menjadi penerima bantuan untuk pengembangan 1.350 hektare telah diverifikasi. Dengan kesiapan CPCL tersebut, pemerintah tinggal menyelesaikan tahapan penyiapan benih sebelum distribusi dilakukan di masing-masing kabupaten.

“CPCL bantuan benih kopi ini sudah siap untuk 1.350 hektare dari kelompok tani di masing-masing kabupaten. Datanya sudah kami kirim dan sudah diverifikasi,” ujar Shannora.