​BBM Aman! Gus Fawait: Sudah Pulih, ASN Tak Lagi WFH - Pertamina Tambah Pasokan jadi 700 KL per Hari

 

JEMBER, ewarta.co – Mulai Selasa (20/10/2026), Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember kembali masuk kantor seperti biasa. Seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jember kini sudah kembali normal melayani masyarakat karena ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) sudah melimpah.

​Bupati Jember Muhammad Fawait, atau yang akrab disapa Gus Fawait, menegaskan bahwa ketersediaan BBM—baik subsidi maupun elpiji—di wilayah Kabupaten Jember saat ini dalam kondisi aman dan terkendali.

​"Hari ini kondisi ketersediaan BBM di Jember sudah aman, kembali pulih, dan para ASN juga tidak lagi WFH (Work From Home)," tegas Gus Fawait, Selasa (20/10/2026).

​Sebelumnya, Pemkab Jember sempat mengeluarkan kebijakan WFH pada Jumat (16/10/2026) dan Senin (19/10/2026) menyusul tersendatnya pasokan BBM secara nasional.

​Gus Fawait menjelaskan, persoalan kelangkaan BBM yang sempat terjadi beberapa waktu lalu bukan hanya dialami oleh Jember, melainkan menjadi tantangan di berbagai wilayah di Indonesia, bahkan dalam skala global.

​Menurutnya, Jember memiliki pengalaman yang baik dalam menghadapi krisis energi serupa. Tercatat sudah empat kali Jember menghadapi situasi semacam ini, dan pemulihannya selalu lebih cepat dibanding beberapa daerah lain berkat kekompakan pemerintah daerah bersama jajaran pusat.

​Atas nama pemerintah dan masyarakat Jember, Gus Fawait menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada PT Pertamina dan Presiden Prabowo Subianto atas langkah sigap dalam mengatasi hambatan distribusi energi tersebut.

​"Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Jember mengucapkan terima kasih kepada Pertamina dan Bapak Presiden Prabowo atas respons cepatnya," ujarnya.

​Sebagai langkah antisipasi ke depan, Pemkab Jember berkomitmen mempererat koordinasi dengan Pertamina dan pemerintah pusat. Jika terjadi kendala distribusi pada jalur logistik menuju Jember, Pertamina didorong untuk tidak bertumpu pada satu titik di Banyuwangi saja, melainkan dapat mendistribusikan pasokan dari wilayah alternatif lain seperti Surabaya.

​Sementara itu, Sales Area Manager Retail Malang PT Pertamina Patra Niaga, Angga Y. Putra, menyatakan bahwa kondisi terakhir di Kabupaten Jember sudah cukup kondusif.

​"Rata-rata penyaluran di Jember kalau normal sebelum ada kenaikan harga itu sekitar 570 kiloliter per hari. Nah, ini kita tingkatkan rata-rata hampir 20 persen lebih, yaitu di sekitar 680 sampai terkadang mungkin di kondisi tertentu bisa sampai 700 kiloliter per hari," jelasnya.

​Pertamina juga mengimbau masyarakat agar menggunakan energi secara bijak.

​"Kami mengimbau kepada masyarakat bahwa penggunaan energi harus bijak, jangan sampai disalahgunakan. Sebab, hal itu akan merugikan masyarakat secara luas," pungkasnya.

​Penulis: Hafit