SELUMA, eWarta.co – Baru genap dua bulan diresmikan, Jembatan Matan yang menghubungkan Desa Pasar Seluma (Kecamatan Seluma Selatan) dan Desa Rawa Indah (Kecamatan Ilir Talo) kini mengalami kerusakan serius. Jembatan yang menelan anggaran fantastis sebesar Rp16 miliar tersebut ambrol pada bagian fondasi akibat tergerus aliran sungai.
Padahal, jembatan ini baru saja diresmikan oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, pada 6 Februari 2026 lalu. Namun saat ini, kondisi infrastruktur vital tersebut mulai mengancam keselamatan para pengguna jalan.
Andi Wijaya, salah satu warga Desa Rawa Indah, mengungkapkan bahwa kerusakan terjadi karena bagian bawah fondasi tidak mampu menahan laju arus air. Ia menduga adanya ketidaksesuaian spesifikasi atau kesalahan desain teknis dalam proses pembangunan.
"Baru diresmikan Februari, sekarang sudah ambrol. Fondasi pelapis yang seharusnya melindungi beton utama terkikis habis. Sepertinya material di bawah itu tidak kuat; ada bagian yang hanya ditimbun pasir, bukan koral atau tanah padat," ujar Andi, Selasa (7/4/2026).
Akibat pengikisan tersebut, salah satu sisi jalan di pangkal jembatan mengalami amblas hingga kedalaman sekitar satu meter. Kondisi ini membuat satu lajur jembatan tidak dapat difungsikan secara normal.
Khawatir akan terjadinya kecelakaan, warga setempat berinisiatif memasang rambu-rambu darurat menggunakan tumpukan karung di sekitar lokasi amblas. Hal ini dilakukan untuk memperingatkan pengendara, terutama kendaraan bermuatan berat seperti truk sawit, agar tidak terperosok.
"Kami pasang tanda seadanya karena takut ada truk yang lewat lalu terjebak atau malah membuat kerusakan makin parah. Ini sangat membahayakan," tambahnya.
Masyarakat mendesak Pemerintah Provinsi Bengkulu, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU), untuk segera turun ke lapangan melakukan audit konstruksi dan perbaikan menyeluruh. Warga merasa kecewa karena anggaran miliaran rupiah yang bersumber dari uang rakyat tidak menghasilkan bangunan yang berkualitas dan tahan lama.
"Kami mohon Pak Gubernur untuk meninjau ulang hasil pembangunan jembatan ini. Jangan sampai masyarakat yang dirugikan karena kualitas bangunan yang asal-asalan," pungkas Andi.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor maupun dinas terkait mengenai langkah penanganan jembatan yang ambrol tersebut. (Rns)









