SELUMA, eWarta.co — Program revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai berjalan secara bertahap. Kendati demikian, masih banyak sekolah di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, yang belum tersentuh program rehabilitasi maupun pembangunan sarana pendidikan.
Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Komisi I DPRD Kabupaten Seluma. Ketua Komisi I DPRD Seluma, Hendri Satrio, S.Sos., M.I.Kom., mengungkapkan bahwa sejumlah sekolah belum mendapatkan bantuan revitalisasi, meskipun pihak sekolah telah mengajukan usulan melalui aplikasi resmi Revitalisasi Satuan Pendidikan.
Menurut Hendri, pelaksanaan program ini dilakukan secara bertahap sesuai mekanisme dan ketersediaan anggaran. Sejumlah sekolah sudah mulai merealisasikan pembangunan, sementara yang lainnya masih menunggu pencairan dana meski proposal telah diajukan.
"Revitalisasi sekolah ini memang dilaksanakan secara bertahap. Ada beberapa sekolah yang sudah mulai dibangun, ada juga yang proposalnya sudah masuk, tetapi anggarannya belum turun," ujar Hendri, Selasa (20/10/2026).
Ia menegaskan, Komisi I DPRD Seluma berupaya mencari solusi agar sekolah-sekolah yang belum terakomodasi tetap memiliki kesempatan memperoleh bantuan. Upaya tersebut mencakup pengajuan ulang usulan serta pencarian alternatif sumber pendanaan lain guna memperbaiki gedung sekolah yang rusak.
"Pertanyaannya, bagaimana dengan sekolah-sekolah yang belum sempat tersentuh program ini? Kami sedang berusaha dan berjuang mencari jalan agar sekolah yang sebelumnya belum terdaftar bisa diusulkan kembali, atau mencari sumber dana lain supaya gedung sekolah yang rusak bisa dibangun," jelasnya.
Hendri mengakui bahwa keterbatasan kemampuan keuangan daerah menjadi kendala utama dalam memenuhi kebutuhan perbaikan sarana pendidikan di Kabupaten Seluma. Dengan jumlah sekolah rusak yang cukup banyak, pemerintah daerah masih sangat bergantung pada dukungan program pusat.
Situasi ini kian menantang di tengah terbatasnya ruang fiskal daerah akibat kebijakan anggaran pusat yang turut memengaruhi kemampuan daerah dalam merealisasikan program pembangunan.
Sebagai langkah antisipasi, Komisi I DPRD Seluma mengimbau seluruh sekolah yang memiliki bangunan rusak atau tidak layak pakai agar segera menyampaikan laporan atau surat resmi kepada DPRD Kabupaten Seluma.
Laporan tersebut dinilai penting agar DPRD memperoleh data riil mengenai kondisi lapangan. Dengan demikian, sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan parah dapat dipetakan dan diperjuangkan berdasarkan skala prioritas.
"Kalau berkaitan dengan anggaran, postur anggaran kita sangat terbatas, sedangkan sekolah yang perlu direvitalisasi jumlahnya banyak. Karena itu, kami mengimbau sekolah-sekolah yang memiliki gedung benar-benar tidak layak agar segera bersurat ke DPRD," tegasnya.
Hendri menambahkan, DPRD Seluma siap mengawal usulan yang disampaikan pihak sekolah agar mendapat perhatian dari Kemendikdasmen melalui mekanisme yang berlaku. Pihaknya juga akan mendorong agar kebutuhan rehabilitasi ini dapat diperjuangkan melalui skema pendanaan yang memungkinkan.
Ia berharap langkah proaktif ini dapat membuka peluang bagi sekolah-sekolah yang belum tersentuh bantuan untuk kembali mengajukan usulan, sehingga sarana pendidikan di Kabupaten Seluma dapat ditangani secara bertahap.
Melalui pengawalan ketat dari DPRD serta koordinasi intensif dengan pemerintah pusat dan daerah, diharapkan semakin banyak sekolah yang memperoleh bantuan rehabilitasi. Dengan demikian, kegiatan belajar mengajar ke depan dapat berlangsung di lingkungan yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi para siswa. (**)










