SELUMA, eWarta.co -- Potensi Pendaparan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Seluma yang seharusnya didapatkan dari salah satu perkebunan kelapa sawit milik PT Laras Prima Sakti yang berada di kabupaten Seluma ternyata bocor.
Selain dibeberapa perusahaan dibidang perkebunan dan perikanan yang disambaggi Panja PAD DPRD Kabupaten Seluma, kali ini panja PAD juga berkunjung ke Kantor PT Laras Prima Sakti untuk mengidentifikasi potensi PAD yang belum digali dan mendorong perbaikan regulasi yang menghambat peningkatan PAD.
Ketua Panja PAD DPRD Seluma Zetman mengatakan, bahwa selama ini perkebunan kelapa sawit yang sudah berdiri lama di Kabupaten Seluma ternya belum menyumbang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) kepada pemerintah Daerah Kabupaten Seluma.
"Dengan memiliki luas yang lebih dari dua ratus hektare ternyata perkebunan ini belum menyumbang BPHTB ke Seluma, ini sangat disayangkan karena mengurangi PAD Seluma, wajar saja kalau PAD Seluma Rendah.
Turut disampaikan, diharapkan secepatnya PT Laras Prima Sakti bisa mengurus BPHTB. Proses ini melibatkan beberapa tahapan, termasuk pendaptaran dikantor pertahanan dan penerbitan sertifikat tanah.
"Tadi saya sudah minta kepada pihak perusahaan untuk secepatnya mendaftarkan perkebunannya ke kantor pertanahan, hal ini dilakukan untuk menentukan Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) dan tarif yang ditentukan oleh pemerintah Daerah, " Sambungnya.
Terpisah, Heru salah satu dari pihak PT Laras Prima Sakti membenarkan bahwa dengan memiliki luas lahan perkebunan yang mencapai 300 hektare, ada potensi pajak yang saat ini belum diurus oleh pihaknya, diantaranya BPHTB dan potensi pajak kendaraan operasional perkebunan yang saat ini nomor polisi nya masih menggunakan nomor polisi luar Kabupaten Seluma.
"Kalau BPHTB itu karena sedang dalam proses HGU, mungkin kalau berkas ini keluar nanti itu ada pembayaran BPHTB ke Kas PAD Seluma. Hitungannya nanti ada di Bapeda dan perkiraan di atas 2,5 miliyar. Saat ini kami sedang mengurus itu di BPN Kanwil dan ditargetkan di tahun 2025 ini masuk kas PAD, " Jelasnya. (Rns)









