BENGKULU, eWarta.co — Rumah Sakit Ibu dan Anak Tino Galo (RSTG) Kota Bengkulu mulai menerapkan program Bayi Lahir Dapat Akta Diantar Langsung Walikota (BALADEWA). Program yang digagas Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi ini mengintegrasikan layanan kesehatan dengan pengurusan dokumen kependudukan bagi bayi yang baru lahir.
Sejak diluncurkan beberapa hari lalu, sebanyak lima warga Kota Bengkulu telah menerima manfaat program tersebut. Melalui layanan ini, orang tua tidak perlu datang langsung ke kantor dinas terkait untuk mengurus dokumen kependudukan anak.
Direktur Utama RSTG Kota Bengkulu, drg. Fitri Tiarsari Adriarti, M.K.M., mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung pelaksanaan BALADEWA di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut. Menurutnya, program ini menjadi bagian dari upaya memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat sejak bayi dilahirkan.
“Kami di jajaran manajemen Rumah Sakit Tino Galo berkomitmen penuh untuk menggalakkan program BALADEWA ini. Kehadiran program ini memastikan bahwa negara, melalui Pemerintah Kota Bengkulu, hadir memberikan pelayanan terbaik dan membahagiakan warganya bahkan sejak hari pertama kelahiran sang buah hati,” ujar Fitri.
Melalui BALADEWA, bayi yang lahir di RSTG dapat memperoleh sejumlah dokumen kependudukan dalam satu rangkaian pelayanan. Dokumen tersebut meliputi akta kelahiran, Kartu Keluarga (KK) yang telah diperbarui dengan nama anak, Kartu Identitas Anak (KIA), serta pemutakhiran Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terintegrasi dengan BPJS Kesehatan.
Pelaksanaan program ini melibatkan kerja sama antara RSTG Kota Bengkulu dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bengkulu. Pemkot Bengkulu menargetkan layanan tersebut dapat terus berjalan sehingga semakin banyak keluarga memperoleh kemudahan dalam mengurus administrasi kependudukan anak.
Fitri berharap penerapan BALADEWA dapat membantu memastikan setiap bayi yang lahir di Kota Bengkulu memiliki dokumen kependudukan sejak awal. “Harapannya ke depan tidak ada lagi bayi atau warga Kota Bengkulu yang tidak memiliki akta kelahiran,” ujarnya.










