SELUMA, eWarta.co — Atlet panjat tebing Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Himpala Bahtera Buana Wall Climbing Competition Polsri 2026 yang digelar di Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang, pada 22–25 Oktober 2026.
Dalam kompetisi tingkat Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) tersebut, tim panjat tebing Seluma sukses membawa pulang tiga medali, terdiri atas satu medali emas dan dua medali perak.
Ketiga medali tersebut diraih oleh para atlet muda yang tergabung dalam klub NOVEMA di bawah naungan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Seluma. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa atlet daerah mampu bersaing di tengah ketatnya kompetisi tingkat regional.
Pada kategori Lead OPA Putra, Rangga Ade Saputra (nomor peserta 123) berhasil keluar sebagai juara pertama dan meraih medali emas. Rangga tampil konsisten sejak babak kualifikasi dan menjadi satu-satunya atlet yang berhasil mencapai posisi top pada babak final.
Dominasi Seluma di kategori ini makin kuat setelah Sinyo Andranoto (nomor peserta 125) menyabet posisi kedua dan berhak atas medali perak.
Sementara itu, medali perak lainnya dipersembahkan oleh Delita Sapitri (nomor peserta 191) pada kategori Lead OPA Putri. Delita berhasil mengamankan peringkat kedua dengan raihan skor 38, hanya terpaut tipis dari posisi pertama yang diraih Rara Febi Fauzan dari Sispala Muhajirin dengan nilai 39+.
Ketua FPTI Kabupaten Seluma yang juga anggota DPRD Seluma, Binanto, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas capaian anak asuhnya tersebut.
"Alhamdulillah, atlet panjat tebing kita berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan membawa pulang tiga medali. Capaian ini tentu sangat mengharumkan nama Kabupaten Seluma. Saya mengucapkan selamat kepada para atlet," ujar Binanto, Senin (26/10/2026).
Ia menambahkan, keberhasilan ini diraih berkat latihan rutin berbulan-bulan di fasilitas panjat tebing SMAN 1 Seluma. Meski berlatih dengan keterbatasan sarana dan peralatan, semangat serta tekad para atlet tidak surut untuk bersaing di Palembang.
Binanto menilai capaian ini menjadi modal penting bagi FPTI Seluma untuk terus menggenjot pembinaan, khususnya bagi atlet usia dini. Namun, ia tidak memungkiri bahwa keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi tantangan utama.
"Dengan rentetan prestasi ini, panjat tebing Kabupaten Seluma kini mulai diperhitungkan dan tidak lagi dipandang sebelah mata. Karena itu, saya sangat berharap Pemerintah Kabupaten Seluma dapat memberikan dukungan nyata, terutama membangun sarana dan prasarana latihan yang memadai. Hingga saat ini, kita belum memiliki fasilitas wall climbing milik Pemda yang diperuntukkan khusus bagi para atlet," tegasnya.
Ia meyakini, ketersediaan fasilitas latihan yang memadai milik pemerintah daerah akan mendorong peningkatan kualitas atlet secara signifikan, sehingga Seluma mampu terus melahirkan bibit berprestasi hingga ke tingkat nasional.










