Antrean Solar di SPBU Matali Disorot, GMPK Sulut Kecam Dugaan Pungli Rp50 Ribu

Tags

 

KOTAMOBAGU, eWarta.co — Keluhan warga terkait sulitnya mendapatkan BBM jenis Solar di SPBU Matali, Kota Kotamobagu, kian mencuat. Panjangnya antrean disebut bukan satu-satunya persoalan. Sejumlah warga mengaku mendapat informasi adanya dugaan pungutan Rp50 ribu untuk memperoleh akses pengisian lebih cepat.

Informasi tersebut mendapat sorotan dari Wakil Ketua GMPK Sulawesi Utara, Resmol Maikel. Ia meminta dugaan tersebut tidak dibiarkan menjadi sekadar keluhan masyarakat dan perlu ditelusuri secara terbuka.

“Kalau benar ada pungutan untuk mendapatkan akses lebih cepat dalam antrean BBM bersubsidi, tentu ini harus ditelusuri. Jangan sampai masyarakat yang mengikuti aturan justru dirugikan,” tegas Maikel.

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku telah dua kali mengantre di SPBU, namun belum mendapatkan Solar. Ia kemudian memperoleh informasi dari rekannya bahwa ada pembayaran kepada pemuda yang berada di sekitar area SPBU.

“Kita mulai tahu setelah kurang lebih dua kali ba antri di Pertamina Sinindian kong ndak ja badapa Solar. Kong teman satu kerja yang kase tahu bahwa supaya mobadapa babayar jo Rp50 ribu pa pemuda di dalam Pertamina situ,” ungkapnya.

Menurut warga tersebut, terdapat dua jalur atau nozzle pengisian Solar. Antrean umum disebut harus menunggu lama, sementara kendaraan tertentu dikabarkan dapat diarahkan melalui jalur lain setelah memberikan uang.

“So dua hari kita belum dapa ba isi Solar. Biar cuma bayar Rp50 ribu kong mo ambe jalur kanan iko dapa, kita nimau karena so merugikan,” katanya.

Keluhan lainnya menyebut antrean bahkan berlangsung hingga beberapa hari.

“Sudah tiga hari antrean sampe depan sudah habis,” ungkap warga lainnya.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pengaturan antrean di SPBU Matali. Jika benar terdapat pembayaran untuk mendapatkan akses lebih cepat, maka masyarakat yang bertahan dalam antrean umum berpotensi berada pada posisi yang dirugikan.

SPBU Bantah Ada Pungutan

Pengawas Lapangan SPBU Matali, Wawan, membantah adanya praktik pungutan untuk mempercepat pelayanan Solar.

“Kalau untuk torang, itu ndak tahu masalah itu. Tapi kalau dorang bilang ada pungli di SPBU itu ndak ada,” tegas Wawan.

Ia menjelaskan, kelompok pemuda yang mengenakan rompi oranye di sekitar lokasi merupakan pemuda setempat yang secara sukarela membantu mengatur kendaraan dan lalu lintas.

“Kalau dorang yang dimuka situ memang ada koordinasi. Dorang yang bantu juga pengguna jalan di sini. Dorang pe sukarela itu babantu,” jelasnya.

Menurut Wawan, pengaturan dilakukan agar antrean Solar dan Pertalite tidak bercampur dan menimbulkan kemacetan.

Meski pihak SPBU membantah adanya pungutan, kelompok pemuda yang disebut-sebut mengatur antrean dan diduga menerima pembayaran tersebut belum memberikan klarifikasi.

Karena itu, dugaan pungutan Rp50 ribu masih membutuhkan verifikasi lebih lanjut. Pihak berwenang juga diharapkan dapat memastikan apakah pengaturan antrean di SPBU Matali telah berjalan sesuai ketentuan dan menjamin pelayanan BBM secara adil bagi masyarakat.***

(Rm)