Amankan Objek Vital Nasional, BNPT Gelar Sosialisasi dan Assessment di PLN IP UBP Bengkulu

 

KEPAHIANG, eWarta.co – PT PLN Indonesia Power (PLN IP) UBP Bengkulu menerima kunjungan tim Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di lingkungan PLTA Musi, Bengkulu. Kunjungan yang berlangsung pada 9–11 Juni 2026 ini bertujuan untuk menyosialisasikan Peraturan BNPT Nomor 3 Tahun 2020 sekaligus melakukan Assessment Sistem Pengamanan Tahun 2026.

​Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan sistem pengamanan pada Objek Vital Nasional (Obvitnas). Langkah ini krusial guna memastikan kesiapan, keandalan, serta efektivitas pengamanan aset strategis negara yang berfungsi menyuplai energi listrik bagi masyarakat.

​Tim BNPT dipimpin langsung oleh Direktur Perlindungan, Prof. Dr. Irfan Idris, M.A., didampingi Kasubdit Pengamanan Objek Vital dan Transportasi, Zulkifli, S.Ag., S.H., Kasi Pengamanan Objek Vital, Yacobus Tri Raharjo, Kasi Pengamanan Transportasi, Septiyono Zafarudin, beserta jajaran staf.

​Sementara dari pihak PLN Indonesia Power, kegiatan ini dihadiri oleh:

​* Manager HSE Head Office PLN Indonesia Power (hadir secara daring melalui Zoom)

​* Hertantio (Officer HSE PLN Indonesia Power perwakilan kantor pusat)

​* Ariful Bahri (Manager UBP Bengkulu beserta jajaran manajemen terkait)

​Sosialisasi Peraturan BNPT Nomor 3 Tahun 2020 ini bertujuan meningkatkan pemahaman pengelola Obvitnas terhadap standar pengamanan demi mencegah tindak pidana terorisme. Di sisi lain, assessment yang dilakukan berfungsi mengevaluasi implementasi sistem keamanan yang ada, mengidentifikasi potensi risiko atau kerentanan, serta memberikan rekomendasi perbaikan.

​Dalam pelaksanaannya, tim BNPT melakukan peninjauan lapangan secara komprehensif, verifikasi dokumen pendukung, hingga berdiskusi langsung dengan pengelola PLTA Musi guna memperoleh gambaran menyeluruh terkait kesiapan sistem pengamanan.

​Melalui agenda ini, PLN Indonesia Power UBP Bengkulu menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan operasional pembangkit serta mendukung penuh program pemerintah. Hasil assessment ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi berkala untuk mewujudkan sistem keamanan yang optimal, adaptif, dan selaras dengan regulasi yang berlaku. (Rls)