Bengkulu, eWarta.co - Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu, Jonaidi SP, menyampaikan keprihatinannya atas maraknya alih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan dan kawasan permukiman.
Jonaidi menyoroti dampak negatif dari tren ini terhadap penyusutan area produksi pangan di Bengkulu, yang berpotensi membahayakan ketahanan pangan di wilayah tersebut.
"Dalam beberapa waktu terakhir, kita menyaksikan banyaknya lahan pertanian yang berubah menjadi perkebunan maupun kawasan permukiman. Hal ini sangat mengkhawatirkan karena mengurangi area produksi pangan di Bengkulu," ungkap Jonaidi.
Beliau menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan sektor perkebunan dengan keberlanjutan produksi pangan di Bengkulu.

"Kita perlu langkah-langkah konkret untuk memitigasi masalah ini, termasuk pembatasan alih fungsi lahan yang tidak sesuai serta penguatan kebijakan untuk mempromosikan pertanian yang berkelanjutan dan meningkatkan produktivitas pangan," tambahnya.
Jonaidi juga menyerukan peran aktif semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun pihak swasta, dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian di Provinsi Bengkulu.
"Dengan kolaborasi yang kokoh, diharapkan dapat diciptakan langkah-langkah strategis yang dapat menjaga ketersediaan pangan serta keberlanjutan sektor pertanian di wilayah ini," pungkasnya. (Adv)









