Aktivitas Tambang Diduga Masih Berjalan di Bakan, Warga Minta Lokasi yang Dikaitkan dengan BRYN Diperiksa

Tags

 

BAKAN, Bomong, eWarta.co – Dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Desa Bakan kembali menjadi sorotan masyarakat. Warga mendesak aparat penegak hukum (APH) dan instansi terkait untuk segera turun ke lapangan guna memeriksa aktivitas pengolahan material tambang yang disebut berlangsung di kawasan belakang objek wisata kolam air panas Desa Bakan.

Berdasarkan keterangan sejumlah sumber di lokasi, aktivitas tersebut diduga masih berlangsung hingga saat ini dan disebut menunjukkan peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi itu memicu kekhawatiran masyarakat terkait potensi dampak terhadap lingkungan serta keberadaan kawasan wisata yang menjadi salah satu aset masyarakat setempat.

Warga menilai laporan mengenai dugaan aktivitas PETI di wilayah tersebut tidak boleh diabaikan. Mereka meminta pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan instansi teknis terkait melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap lokasi yang dimaksud, termasuk memverifikasi legalitas kegiatan yang berlangsung.

"Kalau memang aktivitas itu memiliki izin, tentu harus dijelaskan kepada masyarakat. Tetapi jika tidak memiliki izin dan terbukti melanggar aturan, maka harus ada tindakan tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Informasi yang berkembang di tengah masyarakat menyebutkan lokasi tersebut diduga berkaitan dengan seorang pengusaha yang dikenal dengan inisial BRYN. Selain itu, di area yang dimaksud disebut terdapat sejumlah bak rendaman berukuran besar yang diduga digunakan dalam proses pengolahan material hasil tambang. Namun demikian, informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang maupun pihak yang disebutkan.

Masyarakat berharap aparat tidak hanya menerima laporan, tetapi juga melakukan pengecekan langsung ke lokasi guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran terhadap ketentuan pertambangan dan lingkungan hidup. Menurut warga, pengawasan yang efektif diperlukan untuk mencegah kerusakan lingkungan yang berpotensi terjadi akibat aktivitas pertambangan yang tidak sesuai aturan.

Selain persoalan lingkungan, warga juga menyoroti pentingnya menjaga keberlangsungan kawasan wisata kolam air panas Desa Bakan yang selama ini menjadi salah satu tujuan kunjungan masyarakat. Mereka khawatir apabila aktivitas yang diduga berkaitan dengan pengolahan hasil tambang berlangsung tanpa pengawasan yang memadai, maka dapat berdampak terhadap citra dan keberlanjutan kawasan tersebut.

(Rdm)