BENGKULU, eWarta.co – Aksi damai warga Kelurahan Betungan di Kantor Cabang Indomarco Bengkulu, Kamis (16/7/2026), berakhir tanpa kesepakatan hingga malam hari.
Koordinator Aksi, Komarudin, mengatakan warga sebenarnya telah diminta membubarkan diri sekitar pukul 18.00 WIB. Namun, warga kembali lantaran aktivitas di gudang Indomarco membuat warga terganggu.
Koordinator Aksi, Komarudin, mengatakan warga sebenarnya telah membubarkan diri setelah mendapat arahan dari aparat kepolisian. Menurutnya, saat pembubaran, warga juga berkomitmen mematuhi hukum sebagaimana yang disampaikan Kapolres.
"Pas pembubaran tadi kami sudah berjanji dengan Bapak Kapolres untuk mematuhi hukum, dan kami siap mematuhi hukum. Tapi kami juga punya hak yang harus diperjuangkan," kata Komarudin.
Ia menjelaskan, dalam pembahasan bersama aparat, disepakati agar aktivitas yang menimbulkan kebisingan dari dalam gudang tidak sampai terdengar keluar pagar dan mengganggu warga sekitar.
"Kesepakatannya, saat beraktivitas suara jangan sampai keluar dari pagar dan jangan mengganggu masyarakat sekitar," ujarnya.
Namun, menurut Komarudin, kondisi di lapangan tidak sesuai dengan yang diharapkan warga. Ia menilai aspirasi yang disampaikan belum mendapat perhatian sehingga warga kembali menyampaikan tuntutannya.
"Kami menuntut keadilan karena tuntutan kami belum didengar. Kami ini hanya warga kecil yang ingin hak kami diperhatikan," tegasnya.
Hingga malam hari, belum tercapai kesepakatan antara warga dan manajemen Indomarco terkait tuntutan yang disampaikan dalam aksi damai tersebut.
Warga pun kembali dan memilih tetap bertahan karena menilai belum ada kepastian atas tuntutan yang mereka sampaikan kepada manajemen Indomarco.
Komarudin menegaskan warga tidak bermaksud mengganggu operasional perusahaan, melainkan meminta komitmen manajemen untuk menjalankan kesepakatan dan membuka ruang dialog terkait tuntutan pengelolaan tenaga kerja bongkar muat (TKBM).
Hingga berita ini ditulis, belum ada kesepakatan antara warga dan pihak Indomarco. Warga masih bertahan di lokasi, sementara arus keluar masuk truk logistik menuju gudang sempat terhambat akibat aksi pemblokiran. (**)










