7.070 Hektare Sawah di Jember 'Disulap' Panen 3 Kali Setahun, Gus Fawait Targetkan Penyangga Pangan Nasional

Create: Sun, 07/06/2026 - 11:34
Author: Redaksi

 

JEMBER, eWarta.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memacu produksi pangan daerah melalui strategi optimalisasi lahan. Program Optimalisasi Lahan (Oplah), Irigasi Perpompaan, serta modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi senjata utama untuk mendongkrak intensitas panen di tengah keterbatasan lahan di Pulau Jawa.

​"Kalau perluasan lahan di Jawa itu susah karena ruangnya terbatas. Tetapi, yang bisa kita lakukan adalah meningkatkan luas panen. Tools-nya melalui optimalisasi lahan," ujar Bupati Jember, Muhammad Fawait—yang akrab disapa Gus Fawait—kepada wartawan dalam acara "Pro Gus’e Update" di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, Sabtu (6/6/2026).

​Langkah taktis ini mulai membuahkan hasil nyata. Sepanjang periode 2025–2026, program Oplah di Jember tercatat sudah menembus angka 12.000 hektare. Khusus pada tahun 2026, sebanyak 7.070 hektare sawah yang tersebar di berbagai wilayah Jember sukses diintegrasikan ke dalam program ini.

​Dampaknya signifikan: lahan yang dulunya hanya mampu panen satu kali dalam setahun, kini naik menjadi dua kali. Sementara lahan yang biasa panen dua kali, berhasil digenjot hingga tiga kali setahun. Produktivitas pada lahan-lahan marjinal pun ikut terkerek naik.

​"Yang biasanya panen sekali bisa menjadi dua kali, yang biasanya dua kali bisa tiga kali. Ini adalah dampak konkret dari strategi pemerintah pusat yang bersinergi dengan Pemkab Jember untuk menaikkan indeks pertanaman dan luas panen," terang Gus Fawait.

​Selain fokus pada tanah, aspek pengairan juga digenjot habis-habisan. Pada tahun 2026 ini, Pemkab Jember menyalurkan 100 unit Irigasi Perpompaan khusus untuk mengairi lahan-lahan yang sering mengalami kekeringan. Ratusan jaringan irigasi juga terus dipelihara, diikuti rehabilitasi titik-titik irigasi kritis guna memastikan pasokan air bagi petani tetap aman.

​Modernisasi sektor pertanian di hilir pun tak kalah gencar dilakukan. Berbagai bantuan alsintan modern disebar ke kelompok-kelompok tani di Jember, mulai dari traktor roda 2 dan roda 4, combine harvester, drone pertanian, power thresher, hingga dryer mobile (mesin pengering bergerak).

​Melalui intervensi hulu-hilir ini, Gus Fawait berharap posisi Jember sebagai salah satu lumbung pangan domestik semakin kokoh, yang pada akhirnya berdampak langsung pada kesejahteraan petani lokal.

​"Manfaatkan seluruh bantuan dan program ini secara optimal. Jember harus menjadi contoh nyata dalam peningkatan produksi pangan nasional," pungkasnya. (Hafit)