BENGKULU,eWARTA.co -- Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Provinsi Bengkulu secara bertahap merampungkan 51 dari 81 kasus agraria di 10 kabupaten/kota lewat reforma agraria.
Kepala Bidang Pengendalian dan Penanganan Sengketa Kantor Wilayah Kementerian ATR/BPN Yustin Iskandar Muda mengatakan kasus tersebut terjadi sepanjang tahun 2021 di mana terdiri dari permasalahan sengketa, konflik dan perkara lahan.
"Kasus agraria lain terjadi di beberapa tempat, dengan modus yang berbeda-beda. Kasus terjadi antara masyarakat dengan masyarakat dan masyarakat dengan perusahaan. Dominan saling klaim hak atas tanah," katanya, Sabtu (19/2/22).
Yustin mengatakan banyaknya kasus yang terjadi di Bengkulu yakni tentang perkara lahan sebanyak 55 kasus, disusul sengketa lahan 24 kasus dan konflik kepemilikan sebanyak 2 kasus.
Dari masing-masing kasus, lanjutnya, BPN telah menyelesaikan sebanyak 51 kasus terdiri dari 41 penyelesaian perkara, 16 penyelesaian sengketa dan 2 penyelesaian konflik.
Yustin mengungkap konflik agraria timbul akibat adanya ketimpangan kepemilikan dan penguasaan serta pengelolaan sumber-sumber agraria.
"Dalam konflik juga terjadi penyalahgunaan wewenang memberikan izin usaha penggunaan tanah dan pengelolaan sumberdaya alam dengan tidak menghormati keberagaman hukum hak masyarakat," katanya.
Dalam penyelesaiannya, BPN Bengkulu mengoptimalkan peran Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) sebagai pelaksana reforma agraria yang bertujuan mengurangi ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah.
Kemudian, dalam menyelesaikan konflik agraria ini, pihaknya juga mempertimbangkan riwayat hak guna usaha (HGU) yang dimiliki perusahaan dan riwayat penguasaan fisik yang dimiliki masyarakat.
Tak hanya itu, ia juga merekomendasikan agar dilakukan pemeriksaan ulang terhadap data-data yang dimiliki perusahaan maupun masyarakat dalam penyelesaian konflik yang terjadi.
"Dengan begitu kami dapat menentukan pihak-pihak yang akan terlibat untuk menyelesaikan konflik agraria tersebut," sampai Yustin. (Bisri)









