BENGKULU, eWarta.co – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengalokasikan program rehabilitasi terhadap 30 masjid yang tersebar di berbagai wilayah Kota Bengkulu pada tahun 2026. Program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas sarana ibadah sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas keagamaan.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Bengkulu, Toma Iwan, mengatakan rehabilitasi difokuskan pada masjid yang membutuhkan perbaikan agar bangunannya tetap layak dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh jamaah.
“Program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan sarana ibadah masyarakat. Kami berupaya memastikan kondisi bangunan masjid tetap layak dan nyaman digunakan jamaah,” ujar Toma Iwan.
Menurutnya, pekerjaan rehabilitasi akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing masjid. Perbaikan dapat mencakup bangunan utama, atap, lantai, plafon hingga fasilitas pendukung lainnya yang mengalami kerusakan.
Ia menjelaskan proses pelaksanaan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil pendataan dan usulan yang telah diverifikasi pemerintah daerah. Dengan demikian, masjid yang memiliki tingkat kerusakan lebih tinggi akan menjadi prioritas dalam pelaksanaan program.
“Setiap lokasi memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, rehabilitasi dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan dan prioritas kebutuhan di lapangan,” katanya.
Program rehabilitasi tersebut mendapat respons positif karena dinilai dapat membantu menjaga fungsi masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat. Selain meningkatkan kenyamanan jamaah, perbaikan bangunan juga diharapkan dapat memperpanjang usia pakai masjid sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Pemerintah Kota Bengkulu berharap seluruh proses rehabilitasi berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan kondisi bangunan yang lebih baik, aktivitas ibadah maupun berbagai kegiatan keagamaan lainnya dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan khusyuk.
“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan dan aktivitas sosial masyarakat. Karena itu, keberadaan fasilitas yang memadai menjadi kebutuhan yang harus terus diperhatikan,” tutup Toma Iwan.









