20 Pemburu Harimau Sumatera Tobat Usai Disinggung Norma dan Agama

Create: Thu, 21/07/2022 - 07:43
Author: Redaksi

 

Bengkulu, eWARTA.co -- Yayasan Lingkar Inisiatif Indonesia (YLII) berupaya menyelamatkan populasi Harimau Sumatera yang terus mengalami penurunan dengan pendekatan norma dan agama.

Ketua YLII Iswadi dalam Seminar Nasional Perlindungan Harimau Sumatera, di Hotel Sinar Sport, Rabu (20/7/2022), mengatakan, pihaknya telah menggunakan berbagai pendekatan untuk melindungi populasi Harimau Sumatera.

"Melalui pendekatan norma dan agama, kami telah mengidentifikasi dan mengumpulkan 20 pemburu Harimau. Mereka mau diajak berunding dan berkomitmen berhenti menjadi pemburu dan secara sadar ikut menyelamatkan Harimau Sumatera," kata Iswadi.

Iswadi mengungkap, pemburu tersebut aktif berburu Harimau dan pernah menjadi terpidana kasus kejahatan satwa.

Namun setelah menjalani pertemuan intensif dan proses pembinaan selama kurang lebih dua tahun, para pemburu tersebut akhirnya berhenti dari aktivitasnya.

"Kedepan orang-orang inilah yang akan menjadi ujung tombak konflik satwa atau yang menghalau ancaman," ujarnya.

Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bengkulu Utara Jaya Rahmat yang juga mengisi materi seminar mengatakan, upaya penyelamatan Harimau Sumatera menggunakan pendekatan norma sangat tepat.

"Menurut saya ini sangat tepat dan semoga ini menjadi upaya yang bagus dalam melindungi populasi Harimau Sumatera," katanya.

Islam melarang umat muslim untuk membunuh hewan karena itu merupakan perbuatan yang dilarang oleh Allah.

"Sesuai hadist Rasulullah, membunuh hewan itu hukumnya dosa, jadi tidak boleh kita membunuh hewan apalagi yang dilindungi," tutupnya.