BENGKULU, ewarta.co - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bengkulu melakukan Ramp-Check 14 armada kendaraan yang akan digunakan untuk mengangkut Calon Jamaah Haji (CJH) Provinsi Bengkulu dari Asrama Haji menuju bandara Fatmawati Sukarno Putri.
Ramp-Check dilaksanakan Dishub Provinsi Bengkulu bersama pihak Bandara Fatmawati Soekarno Putri, Kementerian Perhubungan Kanwil Bengkulu beserta pihak perusahaan angkutan darat rekanan yang telah bekerjasama.
Pemeriksaan dilakukan mulai dari kalayakan kendaraan, keamanan, Rem, kondisi Ban dan kenyamanan CJH menuju Bandara Fatmawati sebelum diberangkatkan ke Bandara Internasional Minangkabau, Sumatera Barat, yang kemudian diterbangkan ke Madinah.
Adapun kendaraan angkutan haji yang disiapkan untuk memberangkatkan 393 CJH keberangkatan kloter pertama atau kloter enam Padang pada tanggal 10 Juli mendatang ada sepuluh armada bus serta empat armada mobil angkutan barang.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu Darpinuddin melalui Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Provinsi Bengkulu, H. Sormin menyampaikan bahwa Ramp-Check ini dilakukan sesuai dengan aturan dari pihak Bandara.
"Semuanya di cek, bahkan untuk masuk ke sisi Bandara juga dicek, jangan sampai nanti mesin mobil ada yang mengeluarkan oli, atau meneteskan oli, berdasarkan SOP pihak Bandara," sampai H Sormin usai melaksanakan Ramp-Chek di Wisma Haji Provinsi Bengkulu pada Minggu (7/7/2019).
Dengan begitu, tambahnya, diharapkan tidak ada kendala yang dialami kendaraan angkutan Calon Jamaah Haji.
Sebab, posisi mobil yang telah selesai di Ramp-Chek akan disterilisasi di Wisma Haji Provinsi Bengkulu.
Saat dilakukan Ramp-Check, hanya ditemukan kerusakan ringan pada kendaraan tersebut, tidak terlalu fatal dan membutuhkan waktu yang lama untuk memperbaikinya, kerusakan hanya seperti bola lampu yang mati.
"Apa pun yang menjadi masukan, atau yang telah dicek oleh tim, itu benar-benar akan kita perbaiki, supaya kondisi armada untuk mengangkut Calon Jamaan Haji ini benar-benar prima, layak, dan sudah siap untuk dioperasionalkan," Tutup H Sormin. (Nay)









