Revolusi Adminduk Jember: Gus Fawait Hadirkan Cetak E-KTP di Kecamatan, Pertama di Jawa Timur

Create: Fri, 01/05/2026 - 05:58
Author: Redaksi

 

JEMBER, eWarta.co – Era antrean panjang dan biaya mahal untuk mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Kabupaten Jember resmi berakhir. Di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, Pemkab Jember melakukan gebrakan desentralisasi layanan kependudukan yang memudahkan warga desa.

​Jika dulu warga harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota, mengeluarkan biaya transportasi hingga ratusan ribu rupiah, bahkan ada yang terpaksa menginap di trotoar demi antrean awal, kini pemandangan tersebut tinggal kenangan.

​Bupati muda yang terpilih pada Pilkada Serentak 2024 ini berhasil menjadikan Jember sebagai satu-satunya kabupaten di Jawa Timur yang mampu melakukan cetak fisik E-KTP langsung di kantor kecamatan.

​“Jember telah mencetak sejarah baru. Kita bukan sekadar memiliki sistem atau aplikasi, tapi benar-benar bisa mencetak fisik KTP di 31 kecamatan,” tegas Gus Fawait, dikutip Kamis (30/4/2026).

​Beliau menambahkan bahwa sementara daerah lain masih fokus pada pengembangan sistem digital, Jember sudah melangkah lebih jauh dengan desentralisasi total. "Warga desa tidak perlu lagi ke kota, cukup tuntas di tingkat kecamatan," imbuhnya.

​Inovasi "Peta Cinta": 4 Keunggulan Layanan Baru

​Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro, menjelaskan bahwa inovasi ini diberi nama Peta Cinta (Pelayanan Tuntas Cetak KTP Elektronik di Kecamatan). Menurutnya, ada empat poin utama yang menjadi dampak nyata dari kebijakan Bupati Gus Fawait:

* Ketersediaan blanko terjamin

Dulu, warga sering mengeluh karena blanko kosong selama berbulan-bulan. Kini, stok dipastikan aman berkat koordinasi intens dengan pusat. "Selain sisa hibah akhir 2025, kami rutin berkoordinasi dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri. Ini bukti kuatnya sinergi Jember dengan Pemerintah Pusat," jelas Bambang.

* Zero pungli dan transparansi

Seluruh layanan administrasi kependudukan (Adminduk) dipastikan gratis. Untuk menjaga integritas, Pemkab menyediakan kanal pengaduan "Wadul Guse". Jika ada oknum yang meminta biaya, warga bisa melapor langsung kepada Bupati melalui kanal tersebut.

* Keadilan akses bagi warga desa

Dari 31 kecamatan di Jember, 28 kecamatan sudah dilengkapi mesin cetak mandiri. Sementara 3 kecamatan di wilayah kota tetap diarahkan ke kantor Dispendukcapil karena jaraknya yang sangat dekat.

* Satu-satunya di Jawa Timur

Jember menjadi pionir di antara 38 kabupaten/kota di Jawa Timur yang berani menempatkan mesin cetak sekaligus dua operator Dispendukcapil di setiap kantor kecamatan.

​"SDM dan alat rekam-cetak kami pastikan berfungsi optimal di lapangan. Ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah untuk masyarakat," pungkas Bambang. (hafit/adv)