BENGKULU, eWarta.co – Pelayanan Rumah Sakit (RS) Gading Medika Kota Bengkulu menuai kritik tajam. Seorang Dokter Spesialis Obgyn (Kebidanan dan Kandungan) berinisial FR, diduga kuat telah menelantarkan sejumlah pasien yang hendak melakukan kontrol medis dengan meninggalkan poliklinik tanpa konfirmasi, Jumat (29/5/2026).
Sikap tidak profesional oknum dokter tersebut sontak memicu kekecewaan mendalam bagi pasien dan keluarga yang sudah mengantre berjam-jam.
Rian, salah seorang suami pasien asal Kabupaten Seluma, menceritakan kronologi kekecewaan yang dialami keluarganya. Setelah mendaftar di poliklinik, perawat meminta mereka menunggu karena Dokter FR dijadwalkan tiba pukul 15.30 WIB. Namun, setelah menunggu hingga pukul 16.30 WIB, perawat justru menyampaikan kabar mengejutkan bahwa dokter yang bersangkutan telah pergi.
"Istri saya mendaftar untuk kontrol jam 3 sore. Kami baru diberi tahu perawat jam 4.30 sore kalau Dokter FR sudah meninggalkan poliklinik. Ironisnya, perawat sendiri mengaku tidak tahu kapan pastinya dokter itu pergi karena tanpa pamit," ungkap Rian kesal, Jumat (29/5/2026).
Belakangan, setelah perawat mencoba menghubungi melalui telepon, Dokter FR berdalih meninggalkan rumah sakit karena ada urusan mendadak. Bagi Rian, alasan klasik tersebut sama sekali tidak bisa diterima dan mencerminkan buruknya etika profesi seorang tenaga medis.
"Apapun alasannya, FR jelas-jelas menelantarkan lima orang pasien yang sore itu mau kontrol. Tanpa penjelasan ke pasien maupun perawat, dia pergi begitu saja. Kami ini datang dari jauh, bahkan ada yang sudah di rumah sakit sejak siang. Tapi pelayanan buruk seperti ini yang kami terima," tegasnya.
Untuk meredam situasi, perawat sempat meminta maaf dan menyodorkan opsi alternatif. Pasien diminta datang kembali esok hari, Sabtu (30/5/2026), atau langsung mendatangi klinik pribadi milik Dokter FR yang berada di Kelurahan Pagar Dewa, Kota Bengkulu.
Enggan bolak-balik, Rian menolak opsi tersebut dan mendesak agar istrinya yang baru selesai menjalani operasi melahirkan segera mendapatkan tindakan medis saat itu juga. Akhirnya, sang istri terpaksa ditangani oleh dokter umum di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Berkaca dari insiden ini, Rian mendesak manajemen RS Gading Medika untuk memperketat pengawasan dan mengevaluasi kinerja para dokter spesialis yang kerap meninggalkan tugas sebelum waktunya.
Tak hanya itu, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Bengkulu, khususnya Gubernur Bengkulu, untuk memberikan perhatian serius terhadap bobroknya pelayanan kesehatan swasta yang dapat mencoreng nama baik daerah.
"Manajemen RS Gading Medika jangan diam saja, tolong beri teguran keras kepada dokter tersebut. Begitu juga Pemprov Bengkulu, masalah ini jangan disepelekan karena pelayanan kesehatan yang buruk seperti ini merusak citra Provinsi Bengkulu," pungkas Rian.
Hingga berita ini ditayangkan, Dokter FR maupun pihak manajemen RS Gading Medika belum memberikan respons resmi atau konfirmasi terkait dugaan penelantaran pasien tersebut. (**)









