Dinkes Bengkulu Ajukan Permintaan 10.000 Dosis ke Kemenkes

 

BENGKULU, eWarta.co -- Kosongnya stok vaksin booster jenis Pfizer terjadi di Provinsi Bengkulu pada awal April 2023.

Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni mengatakan pihaknya mengusulkan permintaan vaksin Pfizer sebanyak 10.000 dosis ke Kementerian Kesehatan.

Menurut Herwan, permintaan vaksin Pfizer meningkat khususnya dari masyarakat yang belum mendapatkan vaksin booster. Selain itu, vaksin ini juga menjadi syarat untuk beberapa pekerjaan seperti mendaftar Polri dan TNI.

"Kami melihat ada kekosongan stok vaksin Pfizer di Bengkulu. Untuk itu kami mengajukan permintaan 10.000 dosis vaksin tersebut kepada Kementerian Kesehatan," ujar Herwan, Rabu (12/4/23).

Dalam pengajuan permintaan vaksin Pfizer tersebut, Herwan menjelaskan bahwa pihaknya telah mengantisipasi dan memperhitungkan kebutuhan vaksin untuk masyarakat di Provinsi Bengkulu.

"Kami telah melakukan perhitungan dan mengantisipasi kebutuhan vaksin booster Pfizer di Bengkulu. Kami berharap permintaan kami dapat dipenuhi oleh Kementerian Kesehatan," tutur Herwan.

Hal itu dilakukan agar penggunaan vaksin tepat sasaran dan cepat disalurkan sehingga tidak membuang terlalu banyak vaksin dengan masa kedaluarsa yang singat.

"Karena penggunaannya cepat habis masa berlakunya, jadi kami alokasikan sesuai kebutuhan masing-masing daerah baru kamu sampaikan ke pemerintah pusat," ungkapnya.

Meskipun terjadi kekosongan stok vaksin Pfizer di Provinsi Bengkulu, namun stok vaksin booster jenis lain masih tersedia. Herwan pun mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti program vaksinasi dan memilih jenis vaksin yang tersedia.

"Meskipun stok vaksin Pfizer kosong, namun stok vaksin booster jenis lain masih tersedia. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti program vaksinasi dan memilih jenis vaksin yang tersedia," ujarnya.