Terdakwa Korupsi Pengendali Banjir Bebas, Jaksa Ajukan Kasasi

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu memutuskan melanjutkan kasasi ke Mahkamah Hakim (MA) terkait putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu yang memvonis bebas tiga terdakwa kasus korupsi pengendali banjir Bengkulu tahun anggaran 2019. 

Asisten Pidana Khusus Kejati Bengkulu Pandu Pramoe, mengatakan pihaknya telah mengajukan upaya hukum kasasi terhadap putusan majelis hakim atas tiga terdakwa Hafizon Nazardi (HN), Ibnu Suud (IS), dan Isnaini Martuti (IM). 

Pandu mengatakan kasasi telah disampaikan pada Selasa (13/10/21) ke PN Bengkulu dan selanjutnya pihaknya akan menyertakan memori kasasi sebelum dua pekan. 

“Kami sudah ajukan kasasi ke pengadilan dan 14 hari kedepan kami ajukan memori kasasinya,” kata Pandoe Pramoe.

Pada perkara ini hakim Fitrizal Yanto memutuskan ketiga terdakwa bebas atas tuduhan korupsi pengendali banjir yang nilainya mencapai Rp6,9 miliar.

Padahal sebelumnya HN dituntut selama 2 tahun 6 bulan dan denda Rp300 juta dengan subsider 6 bulan kurungan, IS 2 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 300 juta dengan subsider 6 bulan kurungan, serta IM dituntut 4 tahun penjara dan denda Rp 300 juta dan subsider 6 bulan kurungan. 

Namun upaya jaksa penuntut hukum mengembalikan potensi kerugian negara sebesar Rp1,9 miliar ini dipatahkan hakim akibat tak memiliki bukti hukum yang kuat.

Terdakwa Tuntut Balik Penyidik

Setelah diputuskan bebas, Penasihat Hukum IM, Nediyanto Ramadhani Aki menegaskan akan melakukan tuntutan balik kepada penyidik. Hal itu lantaran menurutnya penyidik tidak profesional menangani perkara ini.
 
“Kami diskusikan dahulu dengan pihak keluarga untuk tuntut balik mereka. Kami melihat adanya dugaan ketidakprofesionalan penyidik dalam mengungkap perkara tipikor ini, ada sebuah kelalaian" kata Nediyanto belum lama ini. 

Apalagi selama penanganan perkara, para terdakwa harus mendekam di rumah tahanan dan itu dinilai merugikan nama baik kliennya. (Bisri)