Solusi Kelangkaan dan Program Gas Melon Gratis Kota Bengkulu

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Kelangkaan Gas 3 Kg sempat membuat masyarakat di Kota Bengkulu panik. Mengatasi hal ini, Pemerintah Kota Bengkulu dibawah arahan Helmi Hasan membuat sejumlah trobosan.

Helmi menyampaikan, persoalan terjadinya kelangkaan ada pada distribusi gas dari Pertamina ke pangkalan atau agen. Saat pendistribusian, Pertamina tidak mempertegas peruntukkan gas 3kg. Akibatnya, pangkalan menjual gas 3kg ke pihak-pihak yang mampu membeli dengan harga eceran tertinggi meski dalam jumlah besar.

“Pertamina tak menyampaikan ini subsidi dan untuk orang tak mampu. Jadi, di luar sana ada orang cari keuntungan ngeborong dengan harga eceran tertinggi sekitar 15 ribuan, tentu di pangkalan akan dijual walaupun mengorbankan warga tak mampu," kata Helmi, Selasa (12/10/2021). 

Menurut Helmi, stok gas melon di Kota Bengkulu sudah lebih dari cukup. Namun kondisi ini kerap dijadikan kesempatan oleh kelompok tertentu untuk kepentingan pribadi dengan mengorbankan warga lainnya.'

"Kalau untuk stok malah sangat berlebih sekitar 300 ribu, kalau di kota ini cuma 150 sudah maksimal, kok ini jadi langka. Hal inilah yang kita tegaskan bahwa itu untuk orang tak mampu,” jelas Helmi.

Mengakali hal tersebut, pemerintah kota akan menyiapkan kartu pengendali dan mengusulkan kepada Pertamina agar merubah kontrak distribusi ke agen sesuai dengan data warga tak mampu.

“Kita beli gas subsidi (3 Kg) dan akan diberikan kepada masyarakat tidak mampu yang datanya telah kita miliki. Dan saya sampaikan juga kepada pangkalan, agen dan Pertamina untuk merubah kontrak dengan berdasarkan data orang tak mampu disekitar sana, kalau tidak punya datanya pemerintah ada dan akan kita siapkan,” tuturnya.

“Ya, kita menyiapkan kartu tersebut dan alhamdulillah kelangkaan sudah tak ada lagi dibeberapa tempat, suasana sudah terkendali. Tapi namanya janji ya harus ditunaikan, sudah dimasukan di APBD-P, bahkan ada penambahan tapi ini tak masalah,” ungkapnya.