Nilai Tukar Petani di Bengkulu Naik 2,94 Persen, Dipengaruhi Tanaman Perkebunan Rakyat 

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Bengkulu pada September 2021 sebesar 136,04 atau naik 2,94 persen dibanding NTP pada bulan sebelumnya. 

Kenaikan NTP dikarenakan indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 3,19 persen, lebih tinggi dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,24 persen. 

Koordinator Fungsi Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu Budi Hardiyono mengatakan berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan kenaikan NTP disebabkan oleh kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian. 

Ini lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun biaya produksi dan penambahan barang modal.

Budi menjabarkan kenaikan NTP dipengaruhi oleh naiknya empat subsektor pertanian, yaitu subsektor tanaman pangan sebesar 1,08 persen, subsektor hortikultura 2,51 persen, tanaman perkebunan rakyat sebesar 3,35 persen, dan perikanan sebesar 0,36 persen

"Naiknya harga komoditas perkebunan seperti tandan buah segar kelapa sawit menyumbang naiknya NTP," kata Budi, Rabu (13/10/21). 

Sementara itu, lanjutnya, terdapat satu subsektor lainnya yang mengalami penurunan NTP yaitu peternakan sebesar 0,77 persen.

Lebih lanjut kenaikan harga yang diterima petani (It) disebabkan oleh naiknya indeks pada kelompok tanaman pangan yakni padi sebesar 1,09 persen dan kelompok palawija sebesar 2,30 persen. 

Sementara pada sektor tanaman holtikultura naiknya It dipengaruhi kelompok sayur-sayuran sebesar 2,83 persen. Sementara itu, dua kelompok lainnya mengalami penurunan, yaitu kelompok buah-buahan sebesar 0,08 persen, dan kelompok tanaman obat sebesar 2,05 persen.

Pada kelompok ternak, turunnya harga yang diterima petani dipengaruhi pada dua kelompok kelompok ternak besar sebesar 0,13 persen dan kelompok unggas sebesar 1,87 persen. 

Sementara itu, satu kelompok lainnya mengalami kenaikan, yaitu kelompok ternak kecil sebesar 0,44 persen, sedang kelompok hasil ternak tidak mengalami perubahan dari bulan sebelumnya.

Kemudian pada sektor perikanan naiknya It ditunjang oleh harga komoditas perikanan tangkap sebesar 1,47 persen sementara komoditas perikanan budidaya mengalami penurunan sebesar 1,07 persen. 

Selanjutnya, papar Budi, konsumsi rumah tangga yang harus dibayar petani di Bengkulu terjadi dipengaruhi oleh kebutuhan makanan, minuman, tembakau dan perawatan pribadi serta kebutuhan pakaian dan alas kaki sebesar 0,21 persen.

"Kenaikan ini secara umum disebabkan oleh kenaikan pada sebagian besar kelompok pengeluaran rumah tangga," pungkasnya. (Bisri)