Desember, Deadline Bank Bengkulu Selesaikan Amortisasi

Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu Tito Adji menegaskan penyelesaian amortisasi atau proses pelunasan utang di Bank Pembangunan Daerah (Bank Bengkulu) kepada nasabah selesai hingga Desember tahun 2021 ini. 

Pihaknya menyebut, saat ini pelunasan kredit amortisasi masih terus diselesaikan secara bertahap.

"Amortisasi Bank Bengkulu masih berlanjut dan Desember sudah bisa diselesaikan," kata Tito, Jumat (8/10/21).

Amortisasi tersebut adalah penyaluran produk kredit multiguna dan kredit guna usaha bagi aparatur sipil negara yang di dalamya terdapat kebijakan pembebanan biaya amortisasi nasabah. 

Dalam audit internal yang dilakukan OJK, Bank Bengkulu tidak bisa lagi melakukan pembebanan biaya amortisasi kepada nasabah, dan kepada nasabah yang sudah bersedia menutupi selisih perhitungan bunga (amortisasi) tersebut untuk dapat dikembalikan.

"Pihak bank diberi kewenangan untuk menyelesaikannya selama waktu 2 tahun," kata Tito.

Selanjutnya dalam jangka waktu 2 tahun itu, bank akan mengambil kebijakan untuk mempercepat penyelesaian pengembalian bunga amortisasi melalui metode mendata nasabah-nasabah yang telah membayar biaya amortisasi. 

Dengan masing-masing cabang/cabang pembantu tempat transaksi telah menjadwalkan proses pengembalian kepada nasabah berdasarkan urutan tanggal transaksi setiap bulannya.

Meski pada masalah itu nasabah sempat bersitegang dengan manajemen bank dan mengadukannya ke OJK, akhirnya otoritas tersebut memfasilitasi untuk penyelesaian dengan tenggang waktu 2 tahun sejak November 2018.

OJK Hati-hati Selesaikan Masalah di Lembaga Perbankan

Tito Adji mengungkap alasan pihaknya berhati-hati dalam mengungkap kasus di lembaga perbankan. 

Tito mengatakan dalam menyelesaikan masalah yang terjadi di sebuah lembaga perbankan pihaknya harus memperhatikan perannya sesuai pasal 7 Undang-Undang OJK yakni mengawasi dan mengatur regulasi bank. 

Menurutnya, masalah yang terjadi di lembaga bank tidak serta-merta diekspos lantaran hal ini akan mempengaruhi aktivitas nasabah menaruh kepercayaan di bank. Atau dengan kata lain, perbankan sangat rentan bila mendapatkan pemberitaan.

"Jika ada masalah di bank, kami OJK menyelesaikannya dengan hati-hati. Jika tidak, bisa-bisa para nasabah ramai-ramai menarik dananya (rush money) dan membuat bank lumpuh" kata Tito.

Sehingga dalam kondisi ini pihaknya akan lebih dahulu melakukan audit internal dan memberikan rekomendasi terhadap penyelesaian yang tengah terjadi di perbankan. (bisri)